wb_sunny

Breaking News

Perketat Kedisiplinan, Tetap Lakukan Protokol Kesehatan

Perketat Kedisiplinan, Tetap Lakukan Protokol Kesehatan

Lebih dari setengah tahun setelah virus corona terdeteksi, para pakar kesehatan dan ilmuwan masih terus berusaha mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai cara penyebaran dan langkah menekan virus penyebab penyakit Covid-19. 

Terbaru, Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) telah mengakui bukti bahwa virus juga dapat ditularkan oleh tetesan yang lebih kecil atau aerosol melalui udara. Disebutkan bahwa virus bisa bertahan di udara lebih lama dan dapat melakukan perjalanan lebih jauh. 

Temuan ini pun menambah daftar cara penyebaran virus corona. Sebelumnya disebutkan jika virus ditularkan antar orang melalui transmisi tetesan pernapasan atau droplets, termasuk kontak langsung dengan orang yang terinfeksi hingga kontak terhadap permukaan yang mengandung virus.

Proses Penularan virus Menurut epidemiolog dr Dicky Budiman, secara hirarki mekanisme penularan Covid-19 paling dominan adalah melalui droplets atau percikan cairan pernapasan. "Selanjutnya yang harus diwaspadai tentu mekanisme penularan lewat formite (permukaan benda yang terkontaminasi virus) dan airbone aerosol," kata Dicky saat dihubungi Kompas.com, Jumat (10/7/2020). 

Dengan adanya update terbaru dari WHO tersebut, Dicky menegaskan, seluruh orang harus lebih tertib dalam menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Sementara itu, penyebaran virus corona di ruangan tertutup dengan ventilasi buruk juga dapat meningkatkan risiko penularan. 

"Hindari ruangan berventilasi buruk, ramai orang, dan rapat dengan durasi lama," ujar Dicky. Ia menambahkan, perusahaan atau perkantoran perlu lebih memperhatikan karyawan dengan risiko tinggi terpapar virus, seperti orang dengan kormobid atau penyakit bawaan. "Jangan sampai membiarkan orang dengan kormobid harus bekerja di kantor. Ini jelas bahaya," paparnya.

Protokol VDJ Mengikuti update dari WHO mengenai penyebaran virus corona melalui udara, penting kembali mengingat protokol kesehatan V-D-J. Apa itu?  Sebelumnya mengutip Kompas.com (9/6/2020), protokol VDJ dikenalkan dalam diskusi pandemitalk di Instagram. Akun @pandemictalks diinisiasi oleh @kamilmoon_ , @firdzaradiany, dan @mutiaranissa. 

Ventilasi Dijelaskan bahwa risiko penularan Covid-19 akan lebih rendah jika ada aliran udara segar hingga terjadi dispersi virus. Berbeda jika di dalam ruangan tertutup dimana udara akan kembali resirkulasi. "Ventilasi mengurangi risiko, karena laporan ilmiah menyatakan udara di ruangan tertutup dan ber-AC mempertinggi risiko penyebaran virus corona penyebab Covid-19," kata Tonang Dwi Ardyanto, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Durasi Apabila ada orang yang sudah terinfeksi Covid-19, maka virus akan bisa keluar dari mulut dan hidung saat bernafas, berbicara, bersin, atau batuk. 

Risiko penularan akan tinggi seiring lama durasi interaksi dengan orang yang belum terinfeksi. "Untuk soal durasi, memang pembicaraan termasuk yang berpotensi menularkan, maka diwajibkan menggunakan masker. 

Maka sebenarnya, kita harus kampanyekan bahwa ketika berbicara di publik, terutama dengan microphone, harus tetap mengenakan masker secara benar," kata Tonang. Tonang menjelaskan bahwa saat berbicara, tetap ada droplet yang terlontar, meskipun tidak terlihat oleh mata. 

Menurutnya hal tersebut bersifat alamiah. "Justru yang tidak kasat mata itu yang ukuran kecil, lebih berisiko. Harus mengenakan masker. Anjurannya, kalau masker kain, sebaiknya dilapis minimal 2 serta hidung dan mulut harus tertutup," kata Tonang.

Jarak Menjaga jarak aman sejauh 2 meter, tidak berkumpul dalam kelompok, dan jauhi tempat ramai atau physical distancing sangatlah penting untuk memperlambat penyebaran virus. "Jarak, disepakati minimal 1 meter, bila bisa 2 meter lebih baik lagi," kata Tonang. 

Ketiga hal tersebut, yaitu ventilasi, durasi, dan jarak memiliki keterikatan kuat antara satu dengan lainnya. Apabila dapat menjaga ketiga hal tersebut, maka bisa mengurangi risiko penularan di ruang tertutup Sebaliknya, resiko akan sangat tinggi jika ketiga hal ini overlap atau beririsan terjadi. Kondisi di mana memperhatikan pentingnya ventilasi, durasi dan jarak tersebut juga dibenarkan oleh Tonang. "Benar, memang tiga hal itu penting diperhatikan membantu mengurangi risiko penularan Covid-19," kata Tonang.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar