wb_sunny

Breaking News

Aktivitas Bisnis Tingkatkan Optimisme Masyarakat

Aktivitas Bisnis Tingkatkan Optimisme Masyarakat


Setelah terkurung selama empat bulan terakhir akibat pembatasan sosial demi menghalau wabah corona (Covid-19), para pengusaha mulai membangun harapan. Di fase new normal, aktivitas bisnis kembali bergulir dan mendatangkan optimisme.

Harapan para petinggi perusahaan tergambar dalam hasil survei Indeks Keyakinan CEO KONTAN atau KONTAN CEO Confidence Index (KCCI) kuartal III-2020. Secara umum, keyakinan para chief executive officer (CEO) menuju jalur optimisme karena skornya kembali menembus level 3.

Memasuki kuartal ketiga, keyakinan para pemimpin perusahaan mulai membaik setelah di kuartal kedua lalu terperosok menuju rekor terendah, yakni di posisi 2,84. Kala itu, untuk pertama kalinya, angka KCCI melorot menjauhi garis netral dan berada di zona pesimistis.

Nah, saat ini para pengusaha nasional mulai sadar dan ingin bangkit dari keterpurukan akibat wabah korona.

Indeks keyakinan CEO KONTAN adalah hasil survei media ini terhadap 30 presiden direktur maupun CEO perusahaan terkemuka Indonesia dan mewakili berbagai bidang usaha. Skor di atas 3 memperlihatkan optimisme, poin di bawah 3 menunjukkan pesimisme.

Skor politik nasional menempati posisi tertinggi di antara enam kategori survei. Sementara skor belanja pemerintah jatuh ke level 2,67.

Sejak pagebluk corona menghantam Indonesia, pemerintah mulai sadar dan melakukan realokasi anggaran untuk penanggulangan wabah, termasuk pemulihan ekonomi pasca wabah.

Pemerintah mengalokasikan total anggaran Rp 695 triliun untuk menangkal dampak negatif korona. Anggaran itu untuk kebutuhan sejumlah sektor, antara lain kesehatan, perlindungan sosial, insentif kepada pelaku usaha, perbankan hingga UMKM.

Belanja pemerintah menjadi salah satu fokus para pengusaha. "Jika implementasinya sesuai rencana, akan memulihkan kembali kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat," ungkap Lianne Widjaja, Presiden Direktur PT Tigaraksa Satria Tbk (TGKA), kemarin.

Para pebisnis memang menantikan realisasi insentif pemerintah. Mereka juga ingin implementasinya tidak tertunda sehingga tak kehilangan momentum untuk mendukung pemulihan ekonomi.

"Kami melihat efektivitas paket stimulus belum memperlihatkan tren yang menggembirakan," ungkap Vidjongtius, Direktur Utama PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).

Selain mencermati makro ekonomi dan realisasi stimulus Covid-19, para pengusaha masih mencemaskan kondisi pasar global. Apalagi tensi geopolitik cenderung meluas, mulai dari Timur Tengah, perbatasan China - India, Semenanjung Korea hingga konflik Laut China Selatan. "Kemungkinan besar di kuartal ketiga kita tak diuntungkan oleh konflik itu secara ekonomi, malah akan menjadi beban untuk pemulihan ekonomi nasional," tutur Shinta Kamdani, CEO Sintesa Group.

Akhirnya, para pengusaha tetap berancang-ancang dan mengintip peluang untuk menggelar ekspansi bisnis di kuartal ketiga. "Jika pasar terlihat lebih kondusif, ekspansi bisnis bisa dilakukan lebih cepat," kata Shinta.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar