wb_sunny

Breaking News

Masker Itu Bukan Aksesoris Muka

Masker Itu Bukan Aksesoris Muka


Seluruh pihak di dunia termasuk Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), selalu menganjurkan masyarakatnya untuk menggunakan masker untuk mencegah risiko penularan virus Corona COVID-19. Terutama saat berada di tengah keramaian atau tempat umum lainnya.

Namun, masih ada saja orang yang tidak mengikuti anjuran untuk menggunakan masker. Mengutip Medical Daily, berikut beberapa hal yang mungkin dijadikan alasan untuk tidak menggunakannya.

1. Alasan kesehatan

Menurut Ruth Berggren dari UT Health San Antonio, beberapa orang yang tidak bisa menggunakan masker karena alasan kesehatan. Di San Antonio, pihak pemerintah mengizinkan mereka yang menderita asma, autisme, gangguan pada alat indra, dan gangguan kesehatan mental untuk tidak menggunakan masker.

2. Kebingungan

Seorang psikolog, Eboney Jackson, mengatakan orang-orang yang menolak untuk memakai masker karena bingung akan informasi yang ada. Sebelumnya, masker hanya diperuntukan untuk pada petugas medis yang ada di garda terdepan dan orang-orang yang berisiko.

"Awalnya ini mulai terjadi saat kami menginfokan pada mereka bahwa masker hanya diperuntukan untuk orang yang sakit saja," kata Jackson.

"Maka untuk sekarang ini, masyarakat kembali diberi kesadaran dan arahan kembali untuk menggunakan masker, demi mencegah risiko penularan virus," lanjutnya.

3. Kepercayaan

Ada juga orang-orang yang menolak menggunakan masker karena alasan kepercayaan atau agama mereka. Jackson mengatakan sebagian orang percaya pada Tuhan atau pada siapa pun yang memiliki kekuatan lebih tinggi akan membantu mereka melewati pandemi virus ini.

4. Kondisi mental

Menggunakan masker ternyata bisa berefek buruk pada sebagian orang yang mengalami gangguan kecemasan. Menurut Jackson, itu bisa membuat mereka merasa tidak bisa bernapas.

5. Percaya akan herd immunity

Alasan lainnya yang membuat orang enggan untuk menggunakan masker adalah herd immunity. Mereka percaya, jika ingin menghentikan pandemi Corona ini, mayoritas dari penduduk dunia harus terinfeksi.

Para ilmuwan juga mengatakan, herd immunity ini bisa terjadi saat 80 - 90 persen populasi di dunia sudah terinfeksi dan sembuh. Tetapi, proses untuk mencapainya butuh waktu lama dan menyebabkan sejumlah besar kematian.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar