wb_sunny

Breaking News

Semangat Terus Tim Medis, Indonesia Jangan Menyerah

Semangat Terus Tim Medis, Indonesia Jangan Menyerah


Setelah sejumlah warga berkumpul dan melanggar protokol kesehatan (dalam menangkal penyebaran Covid-19) demi bisa melihat penutupan sebuah gerai makanan cepat saji di Jakarta, gerakan #Indonesiaterserah mulai muncul.

Gerakan itu pun kian deras di media sosial setelah masyarakat memadati Bandara Soekarno-Hatta menjelang Idul Fitri 2020.

Setelah garakan tersebut kini warganet menggaungkan tagar Indonesia Jangan Terserah (#Indonesiajanganterserah).

Gerakan ini menjadi viral setelah Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, memposting sebuah gambar dengan tagar #Indonesiajanganterserah di Instagram.

Gambar tersebut memperlihatkan seorang pemuda yang mengenakan masker membantu seorang petugas medis berdiri, seraya memberikan semangat.

Tagar #Indonesiajanganterserah pun juga viral di Twitter, di mana banyak warganet yang memberikan semangat kepada petugas medis Covid-19.

Doni Monardo Tanggapi Tagar Indonesia Terserah

Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menanggapi soal viralnya tagar 'Indonesia Terserah' di media sosial. Doni berharap para dokter dan tenaga kesehatan tidak kecewa terhadap penanganan kasus corona di tanah air.

"Video Indonesia Terserah, kita sangat tidak berharap kalangan dokter kecewa. Sejak awal kita kedepankan ujung tombak kita masyarakat. Kalau masyarakat terpapar sakit, dirawat di rumah sakit apalagi dalam jumlah yang banyak dan tempat perawatan penuh, maka yang sangat repot adalah dokter dan perawat," ujar Doni dalam video conference, Senin (18/5/2020).

"Dari awal ini jadi bahasan yang selalu kami kemukakan jangan kita biarkan dokter-dokter kelelahan," sambungnya.

Untuk itu, Doni Monardo meminta semua pihak untuk melindungi tenaga kesehatan agar tidak kelelahan menangani pasien positif corona. Caranya, dengan mengikuti aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang telah ditetapkan pemerintah.

Doni mengatakan bahwa jumlah dokter Indonesia paling sedikit dibandingkan negara-negara lain. Untuk itu, masyarakat diminta untuk bekerja sama menekan angka penyebaran virus corona.

"Kalau kehilangan dokter adalah kerugian besar bagi bangsa, saling mengingatkan cegah, hindari, jangan sampai sakit. Segala ketentuan berbubungan protokol kesehatan, UU Nomor 6 tahun 2018 tentang Kedaruratan Kesehatan hendaknya dipatuhi," jelas Doni Monardo.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar