wb_sunny

Breaking News

UPDATE !!! Pasien Positif Corona Bertambah 7, Sembuh 2 dan Meninggal 1

UPDATE !!! Pasien Positif Corona Bertambah 7, Sembuh 2 dan Meninggal 1


corona virus
ilustrasi corona virus

Berdasarkan penjelasan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tersebut, imported case berarti kasus virus corona COVID-19 yang menimpa seseorang yang baru kembali dari luar negeri, tanpa terkait dengan kluster manapun. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan, imported case juga merupakan salah satu kasus yang terjadi di Amerika Serikat (AS). Kasus COVID-19 meliputi: 

1. Imported case, kasus coronavirus berasal dari pendatang yang baru tiba dari luar negeri atau daerah dengan wabah virus corona. 

2. Cloce contact, kasus karena melakukan kontak dekat dengan kasus yang sebelumnya diketahui. Atau, orang yang melakukan kontak dekat dengan pasien virus corona. 

3. Kasus yang didapat masyarakat dari sumber infeksi tidak diketahui.

Berdasarkan data yang saya peroleh dari kemenkes dapat kita simpulkan bahwasanya mayoritas pasien yang terinfeksi virus corona adalah imported case, kenapa saya katakana mayoritas ? karena sudah ada 19 kasus imported case dari 34 kasus atau sekitar 56% dari keseluruhan pasien.


Berikut data dari 19 kasus Imported Case yang terjadi di Indonesia .

1. Kasus imported case yang pertama kasus 07, perempuan (59 tahun) dengan kondisi stabil, sakit ringan-sedang. Yang bersangkutan baru kembali dari luar negeri dan beberapa saat menunjukkan gejala ke arah COVID-19. Setelah diperiksa dengan PCR maupun genom sekuensing, hasilnya positif.

2. Imported case kedua disebut sebagai kasus 09, perempuan (55 tahun). Kondisi saat ini tampak sakit ringan-sedang tanpa ada penyakit penyerta sebelumnya. Pasien ini imported case dan bukan bagian dari kluster mana pun.

3. Kasus imported case selanjutnya adalah kasus 14, laki-laki (50 tahun). Gambaran kondisi saat ini sakit ringan-sedang;

4. kasus 15, perempuan (53 tahun) imported case.

5. kasus 17, laki-laki (56 tahun); imported case.

6. kasus 18, laki-laki (55 tahun); imported case.

7. dan kasus 19, laki-laki (40 tahun). imported case.

8. Kasus 22, perempuan 36 tahun, imported case. 

9. Kasus 23, perempuan 73 tahun, imported case. Kondisinya saat ini sedang menggunakan ventilator karena faktor penyakit lain. 

10. Kasus 24, laki-laki 46 tahun, imported case. 

11. Kasus 25, perempuan 53 tahun WNA, imported case, kondisi stabil. 

12. Kasus 26, laki-laki 46 tahun, WNA, kondisi stabil, imported case.

13. Kasus 28 : Pria, 37 tahun, sakit ringan sedang, imported case. 

14. Kasus 29 : Pria, 51 tahun, sakit sedang, tidak sesak, imported case. 

15. Kasus 30 : Pria, 84 tahun, tampak sakit sedang, imported case. 

16. Kasus 31 : Wanita, 48 tahun, tampak sakit ringan sedang, imported case. 

17. Kasus 32 : Pria, 45 tahun, sakit ringan sedang, imported case. 

18. Kasus 33 : Pria, 29 tahun, kondisi sakit ringan sedang, imported case. 

19. Kasus 34Pria, 42 tahun, tampak sakit ringan sedang, imported case. 



Cara Virus Corona COVID-19 Menyebar

     Secara garis besar ada tiga pola penyebaran yang berbeda:

1.   Klaster Jakarta. Sumber virus warga Jepang menginfeksi wanita berusia 31 tahun (kasus 01) di klub dansa di Jakarta pada 14 Februari 2020. Dari kasus 01 ini muncul 11 kasus baru yang keseluruhan disebut klaster Jakarta. Dalam isu corona, satu orang yang menginfeksi banyak orang disebut penyebar super (super spreader).

2.   Imported case. Dari 27 kasus positif, ada 13 yang disebut imported case, yaitu WNI/WNA yang terinfeksi corona di luar negeri dan datang ke Indonesia. Lalu, sebanyak 2 dari 13 imported case, menginfeksi 1 kasus baru.

3.   Local transmittion. Ada satu kasus yaitu kasus 27 yang disebut local transmittion karena belum diketahui sumber kontak virusnya. Dia bukan dari dua pola di atas yaitu klaster Jakarta dan imported case. Sumber kasus 27 ini sedang ditelusuri.


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan cara penyebaran virus corona dari satu orang ke lainnya. Menurut WHO, ketika seseorang yang menderita COVID-19 batuk atau bernapas, mereka melepaskan seperti tetesan cairan yang juga terdapat virus corona. 

Kebanyakan tetesan atau cairan itu jatuh pada permukaan dan benda di dekatnya -seperti meja, meja, atau telepon. Orang bisa terpapar atau terinfeksi COVID-19 dengan menyentuh permukaan atau benda yang terkontaminasi - dan kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut.

Jika Anda berdiri pada jarak 1 atau 2 meter dari seseorang dengan COVID-19, Anda dapat terjangkir melalui batuk termasuk saat mereka menghembuskan napas.
Dengan kata lain, COVID-19 menyebar serupa cara untuk flu. Sebagian besar orang yang terinfeksi COVID-19 mengalami gejala ringan dan sembuh. 

Namun, beberapa kasus virus corona berlanjut dengan mengalami penyakit yang lebih serius dan mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit. 

Risiko penyakit atau terinfeksi virus corona kian meninggkat meningkat bagi Anda dengan usai 50 ke atas. Usia tersebut disebut lebih rentan daripada mereka yang di bawah 50.

Orang dengan sistem kekebalan tubuh melemah dan orang-orang dengan kondisi seperti diabetes, penyakit jantung dan paru-paru juga lebih banyak rentan terhadap virus corona.

Hingga berita ini dimuat sudah total 34 pasien teinfeksi namun sudah ada 2 pasien yang dinyatakan sembuh yaitu pasien Kasus 6 dan Kasus14.  Namun dari berita tersebut ada berita duka. Hal ini dikarenakan pasien Kasus 25 telah meninggal dunia. 

Pasien Kasus 25  ini memang masuk dalam keadaan sakit berat karena memang ada faktor penyakit yang mendahuluinya di antaranya diabetes, hipertensi, hipertiroid, dan penyakit paru obstruksi menahun yang sudah cukup lama diderita sehingga memperburuk kesehatannya selama perawatan.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Next
Posting Lebih Baru
Previous
This is the last post.

Posting Komentar